Saya berharap kebijakan 2027 nanti tidak berhenti sebagai kabar baik yang kembali membuat guru menunggu. Kalau pemerintah sudah membuka pintu bagi PPPK penuh waktu untuk mengikuti seleksi PNS, aturan mainnya harus jelas sejak awal. Jangan biarkan guru menebak-nebak masa depan dari potongan berita, pernyataan pejabat, atau informasi yang beredar di grup percakapan.
Hal yang sama perlu dilakukan terhadap PPPK paruh waktu. Mereka membutuhkan kepastian bahwa status tersebut benar-benar merupakan bagian dari jalan menuju penyelesaian persoalan, bukan bentuk baru dari ketidakpastian.
Kita tidak perlu memilih antara anak yang makan bergizi dan guru yang sejahtera. Negara seharusnya mampu mengurus keduanya. Anggaran besar untuk MBG harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan anak-anak, sementara anggaran pendidikan harus cukup kuat untuk memastikan sekolah dan gurunya mampu menjalankan fungsi pendidikan dengan baik.
Anak memang perlu kenyang sebelum belajar. Tetapi setelah itu, mereka tetap membutuhkan seseorang yang mengajarkan mereka. Di depan kelas, orang itu adalah guru.
Dan guru yang setiap hari diminta menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia semestinya tidak terus-menerus dibuat bertanya-tanya tentang masa depannya sendiri.
