Pemerintah sebenarnya sudah bergerak. Penataan tenaga non-ASN, pengangkatan PPPK, skema PPPK paruh waktu, dan rencana memberikan kesempatan kepada PPPK penuh waktu mengikuti seleksi PNS merupakan rangkaian kebijakan yang menunjukkan adanya upaya mencari jalan keluar. Yang masih diperlukan adalah kejelasan. Guru perlu tahu apa yang akan terjadi setelah kebijakan diumumkan. Mereka perlu mengetahui aturan mainnya, tahapan waktunya, persyaratannya, serta bagaimana pemerintah memperlakukan masa pengabdian yang sudah mereka jalani.
Bagi seorang guru, waktu bukan sekadar angka dalam kalender. Waktu adalah usia. Waktu adalah masa produktif. Waktu adalah kesempatan membangun keluarga dan menyiapkan masa depan. Guru yang sudah bertahun-tahun menunggu tentu tidak bisa terus-menerus diminta bersabar tanpa mengetahui kapan penantiannya selesai.
Karena itu, pemerintah perlu membuat peta jalan yang terang. PPPK paruh waktu membutuhkan jalur yang jelas menuju penuh waktu. PPPK penuh waktu membutuhkan mekanisme yang jelas untuk mengikuti seleksi PNS. Masa pengabdian, pengalaman, sertifikasi, kompetensi dan kebutuhan guru di daerah perlu diperhitungkan secara serius. Pemerintah juga perlu membuka data kebutuhan guru secara transparan sehingga publik bisa melihat mengapa suatu daerah membutuhkan formasi tertentu dan mengapa daerah lain mungkin tidak.
