Opini

Guru Menunggu Kepastian, MBG Mendapat Prioritas: Ke Mana Negara Membawa Pendidikan?

Kita sering membicarakan persoalan guru melalui angka: jumlah formasi, jumlah PPPK, jumlah kebutuhan tenaga pendidik, dan jumlah anggaran. Padahal di balik angka tersebut ada orang-orang yang setiap pagi berangkat ke sekolah. Ada yang menempuh perjalanan jauh, ada yang mengajar dengan fasilitas terbatas, ada yang pulang membawa pekerjaan sekolah ke rumah. Ada yang sudah belasan tahun mengajar dan usianya terus berjalan. Mereka bukan sekadar angka dalam data kepegawaian. Mereka adalah orang yang telah menukar sebagian masa hidupnya dengan pekerjaan mendidik.

Persoalan ini menjadi semakin menarik ketika kita melihat besarnya perhatian pemerintah terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Saya tidak melihat MBG sebagai lawan dari guru. Anak-anak memang membutuhkan makanan bergizi. Anak yang sehat akan lebih siap menerima pelajaran. Guru pun tentu senang jika murid-muridnya datang ke sekolah dalam kondisi sehat dan cukup gizi. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menjadikan guru dan MBG sebagai dua kepentingan yang harus dipertentangkan.

Yang layak dibicarakan adalah bagaimana negara menentukan prioritas dan menjaga keseimbangan.

Bagikan: