— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk

Dari Pemburu Satwa ke Penjaga Hutan, Jejak Program Pertamina EP DMF Ubah Wajah Pemberdayaan di Banggai Bersaudara 


Program berbasis masyarakat membawa dampak pada ekonomi, konservasi, hingga pendidikan dan kesehatan, mengantarkan raihan PROPER Emas


BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Di tengah sorotan terhadap industri migas yang kerap dikaitkan dengan dampak lingkungan, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) justru menunjukkan wajah berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini membangun model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mengubah perilaku sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.

Isu paling menonjol dari berbagai program yang dijalankan adalah keberhasilan mengubah masyarakat adat di Dusun Togong Tanga, Desa Leme-leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, dari aktivitas berburu satwa endemik dan penebangan hutan menjadi pelaku konservasi sekaligus penggerak ekonomi berbasis ekowisata.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui Program Lestari Kokolomboi dan Simpul Emas, yang mengembangkan budidaya madu hutan ramah lingkungan menggunakan media batang palem tanpa merusak habitat alami.

Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong rehabilitasi kawasan hutan, memperkuat perlindungan satwa endemik, serta membuka destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang kini menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dari sisi ekonomi, kelompok petani madu mampu memproduksi hingga 8.400 liter madu setiap tahun dengan melibatkan sekitar 245 anggota. Dampaknya tidak berhenti pada peningkatan pendapatan, tetapi juga melahirkan peluang usaha baru melalui jasa wisata, pemasaran madu, hingga pengelolaan kawasan konservasi.

Keberhasilan tersebut kemudian direplikasi ke sejumlah desa lain sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi. Di sektor pertanian, Pertamina EP DMF mengembangkan konsep Integrated Farming di Kecamatan Toili dan Batui. Program ini mengintegrasikan budidaya maggot, perikanan, peternakan, hortikultura, serta pengelolaan sampah organik menjadi sistem pertanian yang saling mendukung.

Melalui Sekolah Lapang Pertanian “Tudang Sipulung”, perusahaan juga memperkenalkan pupuk organik Bioferdom yang berasal dari pemanfaatan limbah biosulfur hasil produksi migas. Inovasi tersebut membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah industri menjadi produk yang bernilai.

Pemberdayaan ekonomi juga menyasar kelompok perempuan melalui UMKM Noko Snack di Desa Nonong, Kecamatan Batui. Selain memperoleh pelatihan dan bantuan peralatan, produk olahan mereka bahkan telah dipasarkan hingga Jakarta.

Komitmen perusahaan tidak berhenti pada aspek ekonomi dan lingkungan. Di bidang pendidikan, Pertamina EP DMF menyalurkan bantuan meubelair kepada sekolah-sekolah di wilayah operasional serta menggelar edukasi keselamatan melalui program Fire for Kids, yang mengenalkan ratusan anak usia dini mengenai pencegahan kebakaran dan budaya keselamatan.

Sementara pada sektor kesehatan, perusahaan aktif mendukung percepatan penurunan stunting, memperkuat pendidikan anak usia dini, serta menjalankan berbagai program pencegahan HIV/AIDS. Atas komitmen tersebut, Pertamina EP DMF memperoleh apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banggai serta penghargaan Platinum dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk implementasi program HIV/AIDS di lingkungan kerja.

Rangkaian program tersebut kemudian mengantarkan Pertamina EP Donggi Matindok Field meraih penghargaan PROPER Emas, penghargaan tertinggi dari pemerintah bagi perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan kinerja lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Jika ditarik secara keseluruhan, dampak program tidak hanya terlihat pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga perubahan pola pikir. Masyarakat yang sebelumnya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam kini memperoleh alternatif mata pencaharian yang lebih berkelanjutan, sementara sektor pertanian menjadi lebih efisien melalui pemanfaatan limbah organik dan teknologi tepat guna.

Di saat yang sama, investasi pada pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan menjadi fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang di Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan.

Model pemberdayaan yang dijalankan Pertamina EP Donggi Matindok Field menunjukkan bahwa industri migas tidak hanya dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu menjadi katalis perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan apabila dijalankan dengan pendekatan yang berkelanjutan.(Nasri)

 

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
'; ?>