Program berbasis masyarakat membawa dampak pada ekonomi, konservasi, hingga pendidikan dan kesehatan, mengantarkan raihan PROPER Emas
BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Di tengah sorotan terhadap industri migas yang kerap dikaitkan dengan dampak lingkungan, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) justru menunjukkan wajah berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini membangun model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mengubah perilaku sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.
Isu paling menonjol dari berbagai program yang dijalankan adalah keberhasilan mengubah masyarakat adat di Dusun Togong Tanga, Desa Leme-leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, dari aktivitas berburu satwa endemik dan penebangan hutan menjadi pelaku konservasi sekaligus penggerak ekonomi berbasis ekowisata.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui Program Lestari Kokolomboi dan Simpul Emas, yang mengembangkan budidaya madu hutan ramah lingkungan menggunakan media batang palem tanpa merusak habitat alami.
Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong rehabilitasi kawasan hutan, memperkuat perlindungan satwa endemik, serta membuka destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang kini menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
