BANGGAIPOST.COM,Luwuk- Krisis Gas LPG di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai mengarah ke titik yang kian mengkhawatirkan. Betapa tidak, dampak dari kelangkaan itu, pemilik warung makan secara terpaksa menutup sementara tempat usahanya.
Seperti dialami Ati, pemilik rumah makan di Kota Luwuk. Kepada media ini Kamis (7/5), ia meluapkan keluh kesahnya menghadapi situasi yang terus mengancam keberlangsungan sumber kehidupan yang dibangunnya sejak puluhan tahun.
“Kemarin tanggal 6 Mei 2026, warung saya tutup. Karena tidak dapat Gas 3 Kg,”bebernya
Problem yang dihadapi nampaknya tak di situ saja. Giliran kebutuhan krusial itu di dapatkan, harga malah melambung tinggi hingga menembus Rp.80 ribu per tabung. Di situasi ini, iapun diperhadapkan dengan dua pilihan. Menutup usaha hingga harga normal kembali, atau melanjutkan usaha meskipun merugi demi mempertahankan pelanggan.
“Hari ini saya dapat Gas Tabung Hijau 3 Kg dengan harga Rp.80 ribu per tabung. Yang biasa saya beli hanya Rp.27.500. Kebutuhan yang saya digunakan setiap hari 4 tabung. Totalnya Rp.320 ribu. Hitung-hitung saya rugi. Mo kasih naik harga menu takutnya pelanggan tidak mo beli,”pungkasnya.
Iapun berharap, ditengah kondisi sulit ini, Pemerintah Daerah turun tangan mengatasi problem kelangkaan Gas di Kota Luwuk.(Sri)












