PI 10 persen disebut-sebut sebagai peluang emas bagi Banggai. Tapi bagaimana jika K3S tidak bersedia “menggendong” biaya investasi di awal?
BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Peluang Pemerintah Kabupaten Banggai memperoleh Participating Interest (PI) 10 persen pada Wilayah Kerja (WK) Senoro-Toili menyimpan tantangan besar di balik potensi manfaatnya. Apabila skema carried interest atau pembiayaan di muka oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) tidak diterapkan, pemerintah daerah berpotensi menghadapi kebutuhan pendanaan yang sangat besar untuk memenuhi porsi penyertaan modalnya.
Gambaran besarnya kebutuhan pendanaan tersebut mengemuka setelah Bupati Banggai, H. Amirudin, mengungkapkan besarnya nilai investasi pengembangan WK Senoro-Toili yang menjadi dasar perhitungan PI 10 persen. Pernyataan itu disampaikan kepada sejumlah media seusai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Baitul Ma’mun, Jumat (26/6/2026) silam.
“Berdasarkan perhitungan sementara yang kami terima, nilai investasi dalam proyek tersebut diperkirakan mencapai 1,3 miliar dolar Amerika Serikat,” ujar Amirudin.
Dari simulasi yang dilakukan Banggaipost.com menggunakan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, nilai investasi tersebut setara Rp21,45 triliun. Dari angka tersebut, nilai PI 10 persen diperkirakan mencapai sekira Rp2,145 triliun.
