Berita Utama

Jejak Sang Dermawan yang Selalu Dikenang, Selamatkan Negara dari Keterpurukan

Alm.DR (HC).H. Murad Husain

Jumlah yang dirupiahkan TP Rahmat dan Bambang N. Rahmadi, yang terkenal kaya raya itu, sama dengan sumbangan Cuma-Cuma H. Murad Husain. Ya, pengusaha udik itu, pada 21 Januari 1998 tercatat tidak hanya telah merupiahkan U$$ 3 Juta miliknya, tapi juga telah menyumbangkan U$$ 10 ribu kepada negara.

Dalam bincang-bincang dengan penulis waktu itu dia menyebut alasannya menyumbang sederhana saja: dia merasa malu melihat para kyai, yang bukan pengusaha, masih mau menyumbangkan emas-emasnnya buat negara.

“ Mereka itu bukan pengusaha, bukan pedagang. Mereka datang dari pondok-pondok pesantren yang jauh. Bila mereka bisa menyumbang, masa kita pengusaha tidak?” Jawab Murad sungguh-sungguh ketika ditanyakan alasan menyumbangkan dolarnya.

“Saya merasa diuntungkan oleh negara, karena telah memberi peluang bisnis kepada saya. Sekarang negara memerlukan bantuan, ya kita harus berikan,”sambung pengusaha yang bergerak dibidang perkayuan, kehutanan, perkebunan dan pertanian itu.

Aksi spontan para Ulama memang menimbulkan keharuan. Dia kembali menghidupkan kenangan akan sumbangan orang-orang Aceh kepada Republik di awal-awal kemerdekaan untuk membeli pesawat terbang, alat yang mesti dipunyai oleh setiap negara merdeka.

Bagikan: