Berita Utama

Jejak Sang Dermawan yang Selalu Dikenang, Selamatkan Negara dari Keterpurukan

Alm.DR (HC).H. Murad Husain

Perhiasan seberat 1,9 kg itu diserahkan langsung kepada presiden. Zainuddin MZ sendiri, kyai sejuta ummat yang memimpin perhelatan itu, menyumbangkan 1 Ons emas miliknya kepada pemerintah.

Bantuan itu memang tak menyelesaikan masalah. Nilai Rupiah tetap terpuruk terhadap Valas, terutama U$$. Maklum, lebih separuh utang luar negeri Indonesia, termasuk utang swasta, diberikan dan mesti dikembalikan dalam mata uang paman sam itu.

Tak banyak orang menyadari bahwa krisis ini bisa berkembang ke sesuatu yang tak bisa diduga termasuk kyai dan orang-orang dekat istana.

Disisi lain, berpihak pada pandangan bahwa rakyat banyak masih mempercayai sang presiden, Siti Hardiyanti Rukmana alias mbak tutut menggelar Gerakan Cinta Rupiah (Getar), 10 Januari 1998.

Putri sulung Soeharto dan salah satu bintang kemenangan Golkar pada Pemilu 1997 itu, memboyong anggota DPR/MPR dari Fraksi Karya kedalam gerbong Getar.

Tutut sendiri sebagai pencetus merupiah kan US$ 50 ribu guna memperkuat otot rupiah. Uang segitu tentu tak bisa dianggap besar, bila diingat kapasitas tutut sebagai pengusaha besar dengan puluhan anak perusahaan yang menggurita kemana-mana.

Bagikan: