Berita Utama

Jejak Sang Dermawan yang Selalu Dikenang, Selamatkan Negara dari Keterpurukan

Alm.DR (HC).H. Murad Husain

Pada saat yang sama anggota Fraksi karya yang dibawahnya hanya merupiahkan antara US$ 1000-5 ribu. Alhasil US$ yang bisa dirupiahkan hari itu Cuma US$ 650 ribu dengan kursRp. 6.450/US$.

Namun Getar tidak berhenti sampai disitu. Dia terus menjalar sampai ke menteri-menteri, para pengusaha, Pegawai Garuda, Dephub, para Gubernur, aparat Pemda, rakyat biasa yang banyak duit, dan tentu para pengusaha besar.

Cuma karena U$$ yang mengalir untuk dirupiahkan jumlahnya tak cukup signifikan, maka hasilnya juga tak optimal untuk mendongkrat nilai Rupiah.

Pengusaha dari udik H. Murad Husain tercatat pada posisi teratas dalam merupiahkan U$$ miliknya. Pengusaha asal Luwuk-Sulawesi Tengah itu pertengahan Januari 1998 telah merupiahkan U$$ 3 juta di Bank Dagang Negara (BDN) Cabang Luwuk.

Bandingkan dengan Eka Tjipta Widjaja, konglomerat kelompok Sinar Mas yang sebagian besar penghasilannya dalam U$$, Cuma merupiahkan U$$ 1 Juta. Tommy Winata baru U$$ 500 ribu, Sukamdani S.Gitosardjono U$$ 50.100, Burhan Uray dari Group Djajanti U$$ 50 Ribu. CEO kenamaan dari astra Teddy P. Rahmat hanya menukarkan U$$ 10 Ribu, satu level dengan bos McDonald Bambang N. Rahmadi.

Bagikan: