Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Sebaliknya, sikap kritis terhadap pemerintah atau korporasi juga tidak boleh membuat kita kehilangan keinginan untuk mengakui sesuatu yang memang benar.

Kadang kita lupa bahwa mengkritik itu mudah. Mengakui bahwa orang yang kita kritik ternyata melakukan sesuatu yang benar justru lebih sulit.

Di situlah independensi diuji.

Saya juga merasa kita perlu berhati-hati dengan kebiasaan memberi cap kepada sesama jurnalis.

“Dia pro pemerintah.”

“Dia anti pemerintah.”

“Media itu dekat dengan perusahaan.”

“Yang itu memang selalu menyerang.”

Bisa jadi ada pengalaman yang membuat penilaian seperti itu muncul. Tetapi kalau cap tersebut akhirnya menjadi ukuran untuk menilai semua karya jurnalistik seseorang, kita sedang melakukan kesalahan yang sama: menilai berita dari siapa yang membuatnya, bukan dari fakta yang dibawanya.

Padahal pemerintah tidak selalu salah. Korporasi tidak selalu benar. Masyarakat juga tidak selalu benar. Wartawan pun bisa salah.

Yang membedakan pekerjaan jurnalistik adalah kesediaan untuk memeriksa kesalahan itu dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, saya lebih suka bertanya, bukan “dia di pihak mana?”, melainkan “apakah informasi ini benar?”

Bagikan: