Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Jangan-jangan tanpa sadar kita telah membawa perasaan, hubungan, bahkan kekecewaan pribadi ke dalam pekerjaan jurnalistik. Kita merasa pemerintah terlalu dekat dengan media tertentu. Kita merasa korporasi terlalu banyak memberi ruang kepada media tertentu. Kita merasa media lain terlalu keras. Lama-lama yang kita perdebatkan bukan lagi isi beritanya, melainkan orang di balik berita itu.

Kalau sudah begitu, jurnalistik kehilangan sesuatu yang sangat penting: jarak.

Jarak bukan berarti memusuhi. Jarak juga bukan berarti tidak boleh berteman atau bekerja sama. Jarak adalah kemampuan untuk tetap melihat sesuatu dengan kepala dingin ketika hubungan pribadi mulai mengganggu penilaian.

Saya memahami bahwa ini tidak selalu mudah. Wartawan juga perlu hidup. Media juga perlu bertahan. Ada biaya liputan, biaya operasional, gaji, keluarga, dan banyak kebutuhan lain yang tidak bisa dibayar dengan idealisme. Karena itu, saya kurang percaya pada pandangan yang menganggap seorang jurnalis harus hidup seolah-olah tidak memiliki kebutuhan ekonomi.

Tetapi ada batas yang harus kita jaga.

Kerja sama dengan pemerintah tidak boleh membuat berita berubah menjadi pujian tanpa pemeriksaan. Hubungan dengan perusahaan tidak boleh membuat persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat ditutup mata.

Bagikan: