Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Apakah sumbernya jelas? Apakah sudah diverifikasi? Apakah pihak yang diberitakan sudah diberi kesempatan menjelaskan? Apakah konteksnya utuh? Apakah ada kepentingan yang tidak disampaikan kepada pembaca?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana semacam itu mungkin terdengar biasa. Tetapi justru dari hal-hal sederhana itulah kepercayaan publik dibangun.

Kemerdekaan pers juga, menurut saya, tidak cukup dimaknai sebagai kebebasan dari pemerintah. Ada bentuk tekanan lain yang jauh lebih halus.

Kadang bukan larangan yang membuat kita berhenti kritis, tetapi hubungan baik. Bukan ancaman, melainkan kenyamanan. Bukan paksaan, tetapi rasa sungkan.

Kita mungkin pernah mengalami situasi ketika harus menulis sesuatu tentang orang yang kita kenal. Di sinilah hati dan profesi bisa saling tarik-menarik.

Jurnalis yang merdeka bukan berarti jurnalis yang tidak punya hubungan dengan siapa pun. Justru hampir mustahil bekerja tanpa hubungan. Yang penting adalah kemampuan untuk tidak membiarkan hubungan itu menentukan hasil kerja.

Kalau pemerintah melakukan sesuatu yang baik, ya kita beritakan sebagai sesuatu yang baik. Kalau pemerintah keliru, ya kita kritik dengan data dan alasan yang jelas.

Bagikan: