Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Di Banggai, kerja jurnalistik berjalan di tengah banyak kepentingan. Ada pemerintah dengan kebijakannya, partai politik dengan kepentingannya, perusahaan dan korporasi dengan investasi serta program-programnya, dan masyarakat yang berharap kepentingannya diperjuangkan.

Di tengah semua itu ada wartawan yang harus mencari berita, mengejar tenggat, menghidupi keluarga, dan pada saat yang sama dituntut tetap independen.

Tidak mudah.

Mungkin karena itulah, dalam perjalanan waktu, kita melihat kecenderungan bahwa para jurnalis dan media seperti memiliki lingkarannya masing-masing. Ada yang dianggap dekat dengan pemerintah. Ada yang dikenal keras mengkritik pemerintah. Ada yang nyaman bekerja sama dengan korporasi. Ada yang justru mengambil posisi berseberangan. Ada pula yang mungkin memilih jalan tengah.

Saya tidak menganggap perbedaan itu sebagai dosa. Setiap orang memiliki pengalaman dan pertimbangannya sendiri.

Yang perlu kita khawatirkan adalah ketika perbedaan itu membuat kita lebih dulu melihat siapa yang menulis, baru kemudian melihat apa yang ditulis.

Kalau sebuah berita datang dari media yang kita sukai, kita mudah percaya. Kalau datang dari media yang selama ini kita anggap berseberangan, kita buru-buru curiga. Padahal berita tetap harus diuji dengan cara yang sama, siapa pun yang menulisnya.

Di sinilah saya kira kita perlu bercermin.

Bagikan: