Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Kedengarannya sederhana. Dalam praktiknya, mungkin justru bagian tersulit dari pekerjaan ini.

Lalu, Bagaimana dengan Jurnalisme Banggai?

Saya tidak ingin mengatakan bahwa jurnalisme kita buruk. Terlalu mudah membuat kesimpulan seperti itu.

Banyak wartawan yang bekerja sungguh-sungguh, datang ke lapangan, melakukan konfirmasi, mengejar informasi, dan berusaha menjaga profesinya. Banyak pula media yang terus berupaya bertahan di tengah keadaan yang tidak selalu mudah.

Tetapi saya kira kita tetap perlu memiliki ruang untuk mengoreksi diri.

Kita perlu lebih sering duduk bersama sesama jurnalis, bukan hanya ketika ada persoalan. Membicarakan bagaimana cara kita bekerja, bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana menjaga hubungan dengan pemerintah dan perusahaan, serta bagaimana membedakan kerja jurnalistik dengan kepentingan bisnis.

Bukan untuk membuat semua orang memiliki pandangan yang sama. Justru sebaliknya, supaya perbedaan pandangan tidak membuat standar jurnalistik ikut berbeda.

Kode etik jangan hanya menjadi sesuatu yang kita ingat ketika ada masalah. Verifikasi jangan hanya dilakukan ketika berita itu menyangkut orang yang kita sukai. Hak jawab jangan hanya diberikan kepada pihak yang kita anggap penting.

Semua orang yang menjadi subjek pemberitaan berhak mendapatkan perlakuan yang layak.

Bagikan: