BANGGAIPOST, TORONTO – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menghadirkan salah satu pertandingan paling dinantikan saat Portugal menghadapi Kroasia di BMO Field, Toronto, Kamis (2/7/2026).
Laga ini bukan sekadar mempertemukan dua kekuatan sepak bola Eropa yang sarat pengalaman. Pertandingan juga diprediksi menjadi panggung terakhir dua legenda dunia, Cristiano Ronaldo (41) dan Luka Modrić (40), yang sama-sama berada di penghujung karier internasional mereka.
Portugal datang dengan status favorit berkat kedalaman skuad dan kualitas individu yang dimiliki. Namun, Kroasia bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tim berjuluk Vatreni itu memiliki reputasi sebagai spesialis laga fase gugur, setelah menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan mencapai semifinal pada edisi 2022.
Menjelang pertandingan, pelatih Portugal Roberto Martinez mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap remeh Kroasia. Menurutnya, laga fase gugur menuntut fokus dan intensitas penuh sejak menit awal karena setiap kesalahan dapat berakibat fatal.
Sementara itu, kapten Kroasia Luka Modrić menegaskan timnya siap memberikan segalanya demi menjaga asa melangkah lebih jauh. Bagi gelandang veteran tersebut, turnamen kali ini juga berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di panggung Piala Dunia.
Rekor Pertemuan
Dalam lima pertemuan terakhir, Portugal mencatat tiga kemenangan, sedangkan Kroasia meraih satu kemenangan dan satu laga lainnya berakhir imbang.
Meski Portugal unggul secara statistik, sebagian besar pertemuan kedua tim berlangsung sengit dengan selisih skor tipis. Kroasia beberapa kali mampu menyulitkan Portugal, terutama dalam ajang UEFA Nations League.
Adu Strategi
Roberto Martinez diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 yang dapat berubah menjadi 4-2-3-1 sesuai situasi pertandingan.
Kreativitas serangan Portugal akan bertumpu pada Bruno Fernandes dan Bernardo Silva yang menjadi motor permainan sekaligus pemasok bola bagi Cristiano Ronaldo. Meski telah berusia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi ancaman utama di dalam kotak penalti berkat naluri mencetak gol dan kemampuannya memanfaatkan setiap peluang.
Portugal juga memiliki kekuatan dalam transisi cepat serta situasi bola mati. Namun, koordinasi lini belakang kerap menjadi titik lemah ketika menghadapi lawan yang disiplin menguasai lini tengah.
Di kubu Kroasia, formasi 4-2-3-1 diperkirakan kembali menjadi pilihan utama. Luka Modrić akan menjadi pengatur tempo permainan dengan dukungan Mateo Kovačić dan Marcelo Brozović di lini tengah.
Kroasia dikenal memiliki organisasi permainan yang rapi, pertahanan disiplin, serta serangan balik yang efektif. Meski demikian, faktor usia sejumlah pemain senior diperkirakan menjadi tantangan apabila pertandingan berlangsung hingga babak tambahan waktu.
Duel Penentu
Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi kunci jalannya pertandingan. Bruno Fernandes akan berhadapan langsung dengan Luka Modrić dalam perebutan kendali permainan.
Di lini depan, Cristiano Ronaldo bakal mendapat pengawalan ketat dari Josko Gvardiol dan kolega. Selain itu, efektivitas bola mati juga berpotensi menjadi pembeda mengingat kedua tim sama-sama memiliki pemain dengan kemampuan duel udara yang baik.
Prediksi Susunan Pemain
Portugal (4-3-3):
Diogo Costa; João Cancelo, Rúben Dias, Danilo Pereira, Nuno Mendes; João Palhinha, Bruno Fernandes, Bernardo Silva; Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, Rafael Leão.
Kroasia (4-2-3-1):
Dominik Livaković; Josip Stanišić, Josko Gvardiol, Marin Pongračić, Borna Sosa; Mateo Kovačić, Luka Modrić; Lovro Majer, Marcelo Brozović, Luka Sučić; Ante Budimir.
Prediksi Pertandingan
Portugal masih sedikit lebih diunggulkan dengan peluang kemenangan sekitar 54 hingga 58 persen berkat kualitas individu dan kedalaman skuad yang lebih baik.
Meski demikian, pengalaman Kroasia dalam pertandingan fase gugur membuat laga diprediksi berlangsung sangat ketat. Tidak menutup kemungkinan pertandingan harus ditentukan melalui babak tambahan waktu atau adu penalti.
Prediksi skor: Portugal 2-1 Kroasia.
Alternatif lain, pertandingan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal sebelum Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar melalui adu penalti.
Faktor X
- Potensi duel terakhir Cristiano Ronaldo dan Luka Modrić di panggung Piala Dunia.
- Kemampuan Portugal mengatasi tekanan sebagai tim unggulan.
- Mentalitas Kroasia yang telah teruji dalam pertandingan fase gugur, terutama jika laga berlanjut hingga adu penalti. (*)












