Fenomena Nenek Igo di tengah ancaman ekspansi tambang nikel di Gunung Tompotika, Bualemo
Laporan: Parlin Yusuf, BANGGAIPOST.COM
Di tengah lebatnya hutan Gunung Tompotika, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Nenek Igo menjalani kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk dunia modern. Selama puluhan tahun, perempuan lanjut usia ini bertahan di kawasan hutan yang memiliki arti penting bagi kehidupan dan identitas masyarakat Loinang.
Namun, hutan yang menjadi tempat tinggal sekaligus bagian dari warisan leluhurnya kini menghadapi tekanan yang lebih besar. Ekspansi pertambangan nikel di Kecamatan Bualemo memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan lingkungan, sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup masyarakat.
Di tengah ancaman tersebut, kisah Nenek Igo menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga hutan tidak seharusnya dibebankan kepada satu orang. Perlindungan Tompotika membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap masa depan kawasan itu.
Ingatan tentang Nenek Igo telah hidup di tengah masyarakat jauh sebelum kisahnya dikenal melalui dokumenter.
Maher Doru, seorang warga, masih mengingat pertemuannya dengan Nenek Igo pada Juni 1990. Saat itu, ia bersama sejumlah temannya sedang mencari ikan belut di sungai yang menghubungkan Kecamatan Masama dan Bualemo, tepatnya di kawasan antara Desa Simpangan Bali Dua dan Desa Binsil.
