Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Oleh: Reza Fauzi
Guru Bahasa Indonesia yang juga wartawan kadang-kadang


Tulisan ini saya buat bukan untuk menggurui siapa pun. Bukan pula untuk menunjuk media mana yang benar dan mana yang salah; siapa wartawan yang berada di pihak pemerintah, siapa yang berseberangan, atau siapa yang dekat dengan korporasi. Saya hanya ingin mengajak kita berhenti sebentar dan melihat pekerjaan yang kita jalani.

Kalau kemudian tulisan ini terasa seperti kritik, saya kira itu wajar. Sebab kritik yang saya maksud pertama-tama juga ditujukan kepada diri saya sendiri. Saya pernah berada di dalam dunia jurnalistik dan sampai hari ini sesekali masih kembali ke sana. Jadi, saya tidak sedang berdiri di luar rumah lalu menunjuk-nunjuk rumah orang lain. Saya sedang melihat rumah yang pernah dan masih saya tempati.

Kita sering bicara tentang kemerdekaan pers. Setiap Agustus, kata itu terasa semakin sering terdengar. Kita bicara tentang kebebasan wartawan, keberanian mengkritik pemerintah, dan hak masyarakat mendapatkan informasi. Semua itu benar.

Tetapi ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan kepada diri sendiri: kalau tidak ada yang melarang kita menulis, apakah itu otomatis berarti kita sudah merdeka?

Saya kira belum tentu.

Bagikan: