Iklan Banggai Post
Editorial

“Mami Gemuk” yang Meremukan Hati Rakyat

Bayangkan jika sebagian besar anggaran yang tidak benar-benar prioritas dapat ditekan dan diarahkan kepada kebutuhan publik. Berapa banyak jalan yang bisa diperbaiki, jembatan yang bisa dibangun, akses air bersih yang bisa dibuka, sekolah yang bisa dibenahi, fasilitas kesehatan yang bisa diperkuat, atau program ekonomi rakyat yang bisa mendapatkan dukungan? Uang rakyat bukan angka abstrak. Setiap miliarnya memiliki konsekuensi: apakah ia berhenti di meja birokrasi atau berubah menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, sikap kritis Gubernur Sulawesi Tengah terhadap rancangan APBD Banggai ini patut diapresiasi. Bukan semata-mata karena gubernur sedang “menjewer” Pemda Banggai, melainkan karena dalam kondisi fiskal dan ekonomi yang serba terbatas, setiap rupiah uang rakyat memang layak dipertanyakan manfaat dan urgensinya. Evaluasi seperti ini penting agar pemerintah daerah tidak terjebak dalam pola lama: belanja birokrasi terus tumbuh, sementara kebutuhan masyarakat justru menunggu dalam antrean panjang.

Bagikan: