EDITORIAL BANGGAIPOST.COM
Tidak ada yang salah dengan membangun kolam renang.
Sebaliknya, fasilitas olahraga yang memadai merupakan bagian dari investasi pembangunan manusia. Daerah membutuhkan sarana pembinaan atlet, ruang olahraga masyarakat, hingga fasilitas yang dapat mendukung lahirnya prestasi. Dalam konteks itu, pembangunan venue kolam renang adalah sesuatu yang wajar, bahkan patut didukung.
Namun, pembangunan tidak pernah berdiri sendiri. Setiap proyek selalu lahir dalam sebuah konteks sosial, ekonomi, dan kebutuhan masyarakat. Di situlah sebuah proyek bisa dipandang sebagai kebanggaan, tetapi juga bisa menjadi ironi ketika hadir pada saat yang kurang tepat.
Hari ini, ironi itu terasa begitu dekat di Kabupaten Banggai. Pemerintah daerah mengalokasikan total sekitar Rp30 miliar untuk pembangunan Venue Kolam Renang dalam dua tahap. Di saat yang sama, ribuan warga Kota Luwuk masih menghadapi persoalan yang jauh lebih mendasar: air bersih.
Bagi sebagian masyarakat, air bersih mungkin hanya persoalan membuka keran. Namun bagi banyak warga Luwuk, itu masih menjadi kemewahan.
Masih banyak kawasan yang pasokan airnya tidak mengalir secara normal. Ada yang harus menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara yang lain bergantung pada sumur atau sumber alternatif.
