Iklan Banggai Post
Editorial

“Mami Gemuk” yang Meremukan Hati Rakyat

Memang, kita harus fair. Ini masih rancangan yang dievaluasi, sehingga tidak berarti seluruh angka tersebut akhirnya pasti menjadi belanja sebagaimana rancangan awal. Sangat mungkin Pemda Banggai telah melakukan penyesuaian setelah evaluasi gubernur. Namun justru di situlah letak persoalannya: mengapa rancangan awalnya bisa sampai seperti itu? Ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan ekonomi, mengapa pemerintah terlihat begitu gemuk dalam mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan internal birokrasi?

Makan-minum, honorarium dan konsumsi rapat tentu bukan sesuatu yang otomatis salah. Birokrasi membutuhkan rapat, pegawai berhak memperoleh honor atas pekerjaan tertentu, dan berbagai kegiatan pemerintahan memang membutuhkan dukungan konsumsi. Persoalannya bukan pada keberadaan pos-pos tersebut, melainkan pada besarnya akumulasi anggaran. Ketika nilainya mendekati Rp100 miliar, pertanyaan publik menjadi sangat wajar: apakah seluruhnya benar-benar mendesak, proporsional dan memberikan manfaat yang sepadan bagi masyarakat?

Bagikan: