Mata Pencaharian Warga Masama Terancam, Rencana Pembangunan Jetty Batu Gamping di Ranga-Ranga Tuai Kekhawatiran

BANGGAIPOST, MASAMA – Rencana pembangunan pelabuhan (jetty) untuk aktivitas pengangkutan batu gamping di Desa Ranga-Ranga, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat pesisir. Warga yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari kerang dan kepiting khawatir proyek tersebut akan mengancam sumber mata pencaharian mereka.

Masyarakat menilai, apabila pembangunan jetty direalisasikan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial secara matang, kawasan pesisir yang selama ini menjadi lokasi mencari nafkah berpotensi mengalami perubahan. Akibatnya, aktivitas mencari kerang dan kepiting yang telah menjadi sumber penghasilan keluarga selama bertahun-tahun dikhawatirkan tidak lagi dapat dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BanggaiPost, pembangunan jetty tersebut diduga merupakan bagian dari rencana pengembangan usaha PT Mpros Darma Karya yang saat ini beroperasi di wilayah tersebut. Rencana itu disebut telah disosialisasikan melalui Pemerintah Kecamatan Masama dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Meski rencana pembangunan disebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, warga berharap pemerintah dan perusahaan tidak mengabaikan dampak yang mungkin timbul terhadap ekosistem pesisir maupun keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

“Kalau pelabuhan itu dibangun, kami akan dikemanakan? Apa jaminan perusahaan kepada masyarakat yang selama ini hidup bergantung dari mencari kerang dan kepiting?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga juga meminta pemerintah daerah dan pihak perusahaan membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat yang berpotensi terdampak. Mereka berharap seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara transparan serta didasarkan pada kajian lingkungan yang komprehensif.

Selain itu, masyarakat meminta adanya kejelasan mengenai bentuk perlindungan maupun pemberdayaan bagi warga yang berpotensi kehilangan mata pencaharian apabila proyek tersebut tetap dilaksanakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mpros Darma Karya belum memberikan keterangan resmi terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi dampak rencana pembangunan jetty tersebut. BanggaiPost masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memperoleh tanggapan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang. (Alin)

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk