Waspadai Kejutan Blue Sharks


Argentina Vs Cape Verde,

Kick Off 06.00 WITA


BANGGAIPOST.COM – Juara bertahan  Argentina akan menghadapi ujian pertama di fase gugur saat berjumpa Cape Verde, yang dijuluki Blue Sharks, pada babak 32 besar FIFA World Cup 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Jumat (3/7) malam waktu setempat atau sekira 05.00 WIB.

Di atas kertas, Argentina merupakan favorit kuat untuk melaju ke babak 16 besar. Namun, perjalanan Cape Verde hingga fase gugur membuat tim asuhan Lionel Scaloni tidak ingin terlena.

“Mereka bukan tim yang berada di sini karena keberuntungan. Kami harus menghormati mereka dan tetap fokus,” kata Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari ESPN.

Argentina tampil impresif sepanjang fase grup dengan menyapu bersih seluruh pertandingan. Permainan kolektif yang solid dipadukan dengan ketajaman lini depan membuat Albiceleste kembali disebut sebagai kandidat terkuat mempertahankan gelar juara dunia.

Kapten Lionel Messi masih menjadi pusat permainan. Ia akan mendapat dukungan dari Lautaro Martínez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan Rodrigo De Paul dalam membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, Cape Verde menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa itu sukses mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Mereka mengakhiri fase grup tanpa kekalahan setelah bermain imbang 0-0 melawan Spanyol, menahan Uruguay 2-2, serta kembali bermain tanpa gol menghadapi Arab Saudi.

Menurut laporan BBC Sport, keberhasilan tersebut tidak lepas dari tangan dingin pelatih Bubista, yang membangun tim dengan organisasi pertahanan sangat disiplin dan sulit ditembus.

Cape Verde mengandalkan pertahanan rendah (low block) menggunakan formasi 4-5-1 yang dapat berubah menjadi 5-4-1 saat mendapat tekanan.

Analisis The New York Times/The Athletic menyebut strategi utama Blue Sharks adalah menutup ruang di area tengah sehingga lawan dipaksa menyerang melalui sisi lapangan atau melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Disiplin mereka juga terlihat dari statistik. Saat menghadapi Spanyol, Cape Verde hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan, sebuah catatan yang sangat langka dalam sejarah Piala Dunia modern, sebagaimana dilaporkan BBC Sport.

Selain pertahanan rapat, Cape Verde mengandalkan pengalaman kiper veteran Vozinha, yang beberapa kali menjadi penyelamat tim lewat penyelamatan krusial.

Meski demikian, pola bertahan tersebut memiliki kelemahan. Tim yang mampu memainkan bola dengan sabar, melakukan kombinasi cepat, serta memiliki pemain kreatif biasanya dapat membongkar pertahanan berlapis seperti yang diterapkan Cape Verde.

Di sinilah Argentina diyakini memiliki keunggulan. Kreativitas Messi, pergerakan Lautaro Martínez, dan dinamika lini tengah menjadi senjata utama Albiceleste untuk memecah kebuntuan.

Sports Mole dalam ulasan prapertandingannya memprediksi Argentina akan menang dengan skor 2-0 atau 3-0. Namun, Cape Verde diperkirakan tetap akan bertahan disiplin sambil menunggu peluang melalui serangan balik maupun bola mati.

Laga ini bukan sekadar pertemuan antara unggulan dan tim kejutan. Pertandingan akan menjadi adu kualitas individu Argentina melawan organisasi permainan dan semangat juang Blue Sharks yang telah memukau dunia sepanjang turnamen.

Bagi Cape Verde, lolos ke babak gugur sudah menjadi sejarah. Sementara bagi Argentina, kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga mimpi mempertahankan trofi Piala Dunia.(Rdk)

Sumber: FIFA, ESPN, BBC Sport, The New York Times/The Athletic, Sports Mole, serta konferensi pers resmi jelang laga Argentina vs Cape Verde.

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk