Warga Desak Audit Proyek Jembatan Bukit Jaya–Sindang Baru Setelah Muncul Retakan

BANGGAIPOST.COM, TOILI JAYA – Munculnya keretakan pada Jembatan Penghubung Desa Bukit Jaya Unit 24 dan Desa Sindang Baru Unit 14 (Tolisu Blok C), Kecamatan Toili Jaya, memicu desakan masyarakat agar dilakukan audit terhadap proyek pembangunan tersebut.

Kekhawatiran warga mencuat setelah foto kondisi jembatan yang mengalami retakan beredar luas di media sosial. Padahal, menurut informasi yang beredar, jembatan tersebut baru sekitar enam bulan selesai dibangun.

Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan proyek. Mereka menilai kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait.

Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian datang dari akun Facebook Nur Amin. Ia meminta agar proyek tersebut diaudit ulang untuk mengetahui penyebab munculnya kerusakan.

“Perlu diaudit ulang dan diusut juga pelaksana proyek tersebut,” tulisnya dalam kolom komentar unggahan yang membahas kondisi jembatan tersebut, Selasa (2/6/2026).

Menurut warga, audit teknis penting dilakukan untuk memastikan apakah keretakan yang terjadi hanya bersifat pada bagian tertentu atau berkaitan dengan struktur bangunan secara keseluruhan. Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan yang setiap hari memanfaatkan akses penghubung antarwilayah tersebut.

Selain meminta evaluasi terhadap kualitas pekerjaan, masyarakat juga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan lapangan guna mencegah kerusakan bertambah parah.

Di sisi lain, sejumlah warganet juga menyampaikan keprihatinan terkait kondisi jembatan yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab keretakan yang terjadi. Banggaipost masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya pengawasan mutu pembangunan infrastruktur, terutama proyek-proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.(Alin)