Berita Utama

Sawit Diklaim Mampu Serap Karbon Tinggi, Bisakah Jadi Penyeimbang Emisi Industri di Banggai?


Pembahasan mengenai kemampuan sawit menyerap karbon menjadi menarik jika dikaitkan dengan aktivitas industri di Kabupaten Banggai yang terus berkembang sebagai salah satu pusat energi dan hilirisasi di Indonesia Timur


BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap emisi gas rumah kaca dari sektor industri berat, termasuk industri amonia yang beroperasi di wilayah Batui, perkebunan kelapa sawit mulai dilirik sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solution) yang berpotensi membantu penyerapan karbon sekaligus mendukung pengembangan energi rendah emisi di Indonesia.

Sejumlah penelitian mengklaim bahwa tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar selama masa pertumbuhannya. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat tersebut harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan asal-usul lahan, praktik budidaya, serta emisi yang muncul sepanjang rantai produksinya.

Dikutip dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Agriculture terbitan MDPI tahun 2024 (yang merangkum berbagai studi sebelumnya, termasuk penelitian Henson, 1999), perkebunan kelapa sawit dewasa mampu menyerap karbon bersih hingga sekitar 64,5 ton karbon dioksida (COâ‚‚) per hektare per tahun.

Bagikan: