Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Ditunjuk Pengganti

BANGGAIPOST, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026) malam seperti dikutip dari detik.com

Selain Dadan, Presiden juga memberhentikan sejumlah pejabat di lingkungan BGN, termasuk Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Sebagai pengganti, pemerintah menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Pergantian pimpinan BGN ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah berbagai evaluasi dan kontroversi terkait pelaksanaan Program MBG yang selama beberapa bulan terakhir mendapat sorotan dari masyarakat maupun DPR.

Sebelum dicopot, Dadan Hindayana masih aktif menyampaikan sejumlah agenda BGN. Salah satunya adalah usulan pemberian Program MBG bagi anak-anak sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Program tersebut ditujukan bagi sekitar 1.000 anak pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan di wilayah tersebut. Dadan menyebut usulan itu akan dilaporkan kepada Presiden untuk mendapat pertimbangan lebih lanjut.

Di sisi lain, BGN juga tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Hingga awal Juni 2026, tercatat sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan operasionalnya karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Penangguhan tersebut mulai diberlakukan sejak 2 Juni 2026 dan mencakup evaluasi terhadap kualitas layanan, pengelolaan dapur, hingga pemenuhan standar gizi bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Perombakan jajaran pimpinan BGN dinilai sebagai langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola program MBG yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Publik kini menanti arah kebijakan baru di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang dalam memperbaiki pelaksanaan program tersebut agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.(Rdk)