Jantung Sehat Dimulai dari Isi Piringku: Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Palu dan Puskesmas Kampung Baru Edukasi Masyarakat


Penulis: Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Palu ( Ir. Wijianto, dkk)
Mitra: Puskesmas Kampung Baru, Kabupaten Banggai


Upaya pencegahan penyakit jantung terus digalakkan melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Jantung Sehat Dimulai dari Isi Piringku” yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Palu bekerja sama dengan Puskesmas Kampung Baru.

Kegiatan ini berlangsung pada 8–9 Mei 2026 di Balai Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, dengan melibatkan peserta dari kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), kader kesehatan, serta masyarakat setempat.

Fokus pada Pencegahan Penyakit Jantung

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdi berinisiatif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, mengenai pentingnya pola makan sehat sebagai langkah pencegahan dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pola konsumsi yang sehat, serta tingginya konsumsi makanan berisiko seperti makanan tinggi lemak, gula, dan garam .

Edukasi Interaktif dan Pemeriksaan Kesehatan

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi peserta Prolanis, sebelum masuk ke sesi edukasi utama.

Materi edukasi disampaikan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu, di antaranya:

  • Edukasi tentang penyakit jantung dan upaya pencegahannya
  • Penerapan pola makan sehat melalui konsep “Isi Piringku”

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola makan sehari-hari.

Mengubah Pola Pikir, Mengubah Pola Makan

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan yang berisiko terhadap kesehatan jantung, seperti gorengan, makanan instan, serta makanan tinggi garam dan gula.

Sebaliknya, peserta juga diberikan contoh makanan sehat yang dianjurkan, antara lain:

  • Buah dan sayuran segar
  • Biji-bijian utuh
  • Ikan berlemak kaya omega-3
  • Kacang-kacangan dan protein nabati

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat memahami bahwa kesehatan jantung sangat dipengaruhi oleh pilihan makanan sehari-hari.

Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan. Puskesmas Kampung Baru berperan sebagai mitra utama dengan menyediakan fasilitas, tenaga kesehatan, serta mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, tim dari Poltekkes Kemenkes Palu berkontribusi dalam penyusunan materi, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi kegiatan. Dukungan juga datang dari kader kesehatan dan mahasiswa yang turut membantu jalannya kegiatan.

Harapan Keberlanjutan Program

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola makan sehat. Program ini juga dirancang untuk berkelanjutan melalui:

  • Integrasi edukasi dalam kegiatan rutin Prolanis
  • Pelibatan kader sebagai agen perubahan (nutrition ambassador)
  • Pemanfaatan media edukasi seperti leaflet dan infografis

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan penyakit jantung dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(*)