Berita Utama

81 Persen Pendapatan Berasal dari Pusat, Kemandirian Fiskal  Banggai “Goyah”, Ini Saran Analis

APBD bukan sekadar angka triliunan di atas kertas. Di dalamnya ada pilihan-pilihan penting: berapa besar uang rakyat digunakan untuk birokrasi, berapa yang kembali menjadi jalan, sekolah, puskesmas, bantuan sosial, hingga program yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui serial ini kami mengajak publik membaca APBD Banggai 2026 secara lebih utuh dan berbasis data. Mulai dari struktur belanja yang didominasi pengeluaran rutin, tingginya belanja pegawai, kecilnya porsi belanja modal, ketergantungan terhadap transfer pusat, hingga tantangan efisiensi dan harapan masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.


Bagian 4


Di balik besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2026, terdapat tantangan mendasar yang masih membayangi kemampuan fiskal daerah, yakni rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari total pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp2,41 triliun, PAD hanya mencapai Rp304,5 miliar atau sekitar 12,59 persen. Sebaliknya, sumber pendapatan terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mencapai sekitar Rp1,97 triliun atau 81,65 persen dari total pendapatan daerah.

Sementara itu, pendapatan lain-lain yang sah tercatat sebesar Rp139,2 miliar atau sekitar 5,76 persen.

Bagikan: