Padahal, kata Nadjamuddin, Banggai memiliki sejumlah potensi ekonomi yang cukup kuat dibanding banyak daerah lain di Sulawesi Tengah. Sektor migas, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, hingga pariwisata merupakan modal ekonomi yang dapat menjadi sumber penguatan PAD.
Namun peningkatan PAD, lanjutnya, tidak boleh hanya dipahami sebagai upaya menaikkan tarif pajak dan retribusi.
“Strategi yang lebih tepat adalah memperluas basis ekonomi daerah terlebih dahulu sehingga objek pajak dan retribusi tumbuh secara alami seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Lima Strategi Keluar dari Ketergantungan
Nadjamuddin menilai terdapat sedikitnya lima langkah strategis yang dapat ditempuh Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mengurangi ketergantungan terhadap transfer pusat.
Pertama, melakukan digitalisasi dan optimalisasi sistem pendapatan daerah. Potensi penerimaan dari pajak daerah, retribusi, pemanfaatan aset, hingga sektor mineral bukan logam dan batuan dinilai masih dapat ditingkatkan melalui integrasi sistem digital dan penguatan pengawasan.
Kedua, mendorong hilirisasi ekonomi lokal. Selama ini banyak nilai tambah hasil pertanian, perikanan, maupun sektor sumber daya alam yang dinikmati di luar daerah. Pengembangan industri pengolahan dinilai dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperluas basis pendapatan daerah.
