Berita Utama

81 Persen Pendapatan Berasal dari Pusat, Kemandirian Fiskal  Banggai “Goyah”, Ini Saran Analis

Kedua, mendorong hilirisasi ekonomi lokal. Selama ini banyak nilai tambah hasil pertanian, perikanan, maupun sektor sumber daya alam yang dinikmati di luar daerah. Pengembangan industri pengolahan dinilai dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperluas basis pendapatan daerah.

Ketiga, mengoptimalkan pengelolaan aset daerah. Berbagai aset pemerintah berupa tanah, bangunan, kawasan perdagangan maupun fasilitas publik tertentu dapat dikelola lebih produktif melalui skema kerja sama yang transparan dan akuntabel.

Keempat, memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha. Pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang sangat bergantung pada masuknya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi baru.

Kelima, menghubungkan peningkatan PAD dengan capaian pembangunan. Menurutnya, keberhasilan fiskal tidak cukup diukur dari besarnya pendapatan daerah, tetapi sejauh mana pendapatan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

APBD Besar Harus Berdampak Nyata

Dalam perspektif Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Nadjamuddin menilai tantangan utama Banggai bukan hanya bagaimana memperoleh pendapatan yang lebih besar, tetapi bagaimana memastikan setiap rupiah yang diterima mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan: