Opini

Tiga Kali Membangun WBK: Menguji Kepemimpinan Brigjen Mohammad Benriyadin di Korem 051/Wijayakarta

Kedua, pengawasan internal. Pengelolaan anggaran, pengadaan, administrasi personel, dan pelaksanaan tugas memerlukan pengendalian yang memadai. Setiap temuan harus ditindaklanjuti agar kelemahan yang sama tidak terus berulang.

Ketiga, budaya integritas. Keteladanan pimpinan harus tercermin dalam penegakan disiplin, pencegahan benturan kepentingan, serta penanganan pengaduan sesuai ketentuan.

Keempat, inovasi dan digitalisasi. Teknologi dapat meningkatkan efisiensi administrasi, memperbaiki pemantauan program, dan mendukung evaluasi kinerja. Pemanfaatannya tetap harus memperhatikan keamanan informasi dan kerahasiaan yang melekat pada tugas militer.

Kelima, perbaikan berkelanjutan. Evaluasi harus menghasilkan tindak lanjut yang terukur. Rekomendasi yang hanya berhenti dalam dokumen tidak akan memperbaiki kualitas organisasi.

Kelima aspek tersebut menjadi kerangka untuk menilai apakah Zona Integritas benar-benar memengaruhi cara kerja organisasi, bukan sekadar menjadi agenda administratif.

Si Pitung dan Keberlanjutan Inovasi

Salah satu agenda yang patut dicermati dalam kepemimpinan Brigjen Mohammad Benriyadin ialah keberlanjutan inovasi Si Pitung di Korem 051/Wijayakarta.

Pergantian komandan dapat membawa perubahan prioritas, tetapi tidak seharusnya secara otomatis mengakhiri inovasi yang telah dibangun. Keputusan untuk mempertahankan atau menyempurnakan suatu program harus didasarkan pada manfaat, efektivitas, dan relevansinya terhadap kebutuhan organisasi.

Bagikan: