Berita Utama

Rapat Evaluasi TP3S, Wagub Tekankan Validitas Data dan Peran Kader dalam Penurunan Stunting

Foto : Biro Adpim Setprov Sulteng

Menurutnya, terdapat beberapa daerah yang menunjukkan penurunan angka stunting secara sangat drastis, sehingga perlu dicermati proses pendampingan dan validasi datanya.
“Penurunan angka harus dibarengi proses yang benar dan data yang valid. Kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga kualitas intervensinya,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya peran PKK, kader Posyandu, Dasawisma, dan Puskesmas sebagai ujung tombak penurunan stunting. Ia menilai keterlibatan kader yang langsung mendampingi keluarga berisiko stunting menjadi kunci keberhasilan di lapangan.
“Tidak ada gunanya program jika tidak melibatkan PKK dan kader. Mereka adalah ujung tombak, bekerja dengan penuh pengabdian,” katanya.

Selain itu, Wagub dr. Reny mendorong seluruh kabupaten/kota untuk menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, seperti program tabungan telur yang pernah diterapkan untuk membantu pemenuhan gizi anak dari keluarga berisiko stunting.
“Fokus utama kita adalah 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa konsepsi hingga anak berusia dua tahun. Jika fase ini terlewat, perkembangan otak anak tidak akan optimal,” jelasnya.

Melalui pendekatan konvergensi, Wagub berharap penguatan koordinasi lintas sektor dapat terus dilakukan, melibatkan sektor kesehatan, P2KB, BKKBN, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat, dengan sasaran keluarga berisiko dan dukungan data yang akurat.

Bagikan: