“Klo untuk konsumsi media, mohon ijin kami belum bisa berikan ya pak🙏🏻”
dr. Budiyanto Uda’a, Plt Direktur RSUD Luwuk
BANGGAIPOST, LUWUK– Polemik pengelolaan parkir di RSUD Luwuk semakin memanas. Di tengah sorotan publik yang terus menguat, Plt Direktur dr. Budiyanto Uda’a memilih menutup diri dari media.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan pada Jumat (17/4/2026) terkait hasil evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga tidak mendapat jawaban substansial. Budi Uda’a hanya merespons singkat melalui pesan:
“Klo untuk konsumsi media, mohon ijin kami belum bisa berikan ya pak🙏🏻”
Jawaban tersebut memicu reaksi keras dari publik dan pemerhati kebijakan daerah.
Aktivis dan pemerhati daerah Fadli Aktor mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan kebocoran pendapatan parkir. Desakan juga menguat di berbagai kanal media sosial.
Sementara itu, analis kebijakan Nadjamudin Mointang menilai angka pendapatan parkir yang dilaporkan tidak masuk akal. Ia membandingkan pemasukan parkir yang hanya berkisar Rp1 hingga Rp1,5 juta per bulan dengan aktivitas rumah sakit yang tinggi, termasuk klaim BPJS yang mencapai sekitar Rp9,5 miliar setiap bulan.
“Ini bukan sekadar angka janggal, tapi indikasi serius adanya persoalan dalam tata kelola,” tegasnya.
