Jawaban CAT Diduga Berubah Sendiri, Peserta Seleksi Manajer Kopdes di Banggai Ikut Resah


Hingga 12 Mei 2026, belum ada pengumuman resmi terkait pembatalan tes maupun pelaksanaan ujian ulang massal


BANGGAIPOST, LUWUK — Polemik gangguan teknis pada pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel/KDMP) ikut menjadi perhatian peserta di Kabupaten Banggai dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah.

Keluhan peserta ramai beredar di media sosial sejak 7 Mei 2026. Dalam sejumlah video viral, peserta mengaku jawaban yang telah dipilih pada tes Potensi Kognitif tiba-tiba berubah sendiri saat ujian berlangsung.

Isu tersebut memicu keresahan peserta karena seleksi manajer Kopdeskel merupakan rekrutmen strategis berskala nasional yang menggunakan fasilitas CAT milik Badan Kepegawaian Negara di 26 provinsi.

Sejumlah peserta asal Banggai yang mengikuti perkembangan seleksi itu mengaku khawatir gangguan teknis dapat mempengaruhi hasil akhir ujian.

“Kalau memang hanya lag sistem, harusnya ada penjelasan cepat supaya peserta tidak panik saat tes berlangsung,” ujar salah satu peserta asal Luwuk yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah memastikan pemerintah telah menerima berbagai laporan peserta dan langsung berkoordinasi dengan BKN serta Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Farida menegaskan tidak ada praktik titipan maupun upaya menggagalkan peserta tertentu dalam proses seleksi tersebut. Ia juga meminta masyarakat tidak percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN Wisudo Putro Nugroho menjelaskan persoalan yang muncul lebih disebabkan keterlambatan tampilan sistem akibat tingginya trafik peserta yang mengakses CAT secara bersamaan.

Menurut BKN, jawaban peserta sebenarnya telah tersimpan di database sistem, namun tampilan pada layar mengalami delay sehingga terlihat seolah-olah berubah sendiri.

BKN juga mengimbau peserta agar tidak menekan jawaban berulang kali atau terlalu cepat karena dapat memperburuk gangguan tampilan.

Hingga 12 Mei 2026, belum ada pengumuman resmi terkait pembatalan tes maupun pelaksanaan ujian ulang massal. Pemerintah memastikan tahapan seleksi tetap berjalan dengan pengawasan ketat.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan kampung nelayan. Karena itu, proses rekrutmen manajer koperasi dilakukan secara ketat dan berbasis sistem CAT seperti seleksi CPNS.

Meski pemerintah menyebut persoalan tersebut murni gangguan teknis, sebagian peserta berharap evaluasi menyeluruh tetap dilakukan agar pelaksanaan seleksi berikutnya berjalan lebih stabil dan tidak merugikan peserta.(*/Int/Alin)