Oleh: Herdiyanto Yusuf, Pemerhati Politik, tinggal di Luwuk-Banggai
Poros tengah memang menarik di atas kertas. Anwar Hafidz dapat menjadi titik temu bagi berbagai kekuatan yang selama ini tercecer: aktivis muda, organisasi kepemudaan, kalangan profesional, hingga kelompok masyarakat yang mulai lelah dengan polarisasi dua kutub
Saya sebetulnya belum berniat menulis soal ini. Pilkada masih jauh, masih sekitar empat tahun lagi. Perhatian publik saat ini pun masih tersedot ke berbagai isu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: pergerakan kurs rupiah, kasus di Badan Gizi Nasional (BGN), hingga berbagai persoalan lokal yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Namun belakangan, wacana ini mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Nama-nama mulai disebut, peta-peta politik mulai digambar, dan berbagai spekulasi tentang Pilkada Banggai 2030 perlahan bermunculan.
Karena itu, izinkan saya ikut bercerita. Bukan untuk menggurui, apalagi mengklaim mengetahui apa yang akan terjadi. Tulisan ini lebih merupakan upaya berbagi pandangan sekaligus mencoba membaca kemungkinan-kemungkinan yang dapat membentuk masa depan politik Kabupaten Banggai beberapa tahun ke depan.
***
