Sementara itu, Staf Ahli PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Tuty Zarfiana, SH., M.Si, menegaskan bahwa penurunan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Pemerintah, tenaga kesehatan, pihak swasta, tokoh agama, dan masyarakat harus bersinergi secara terintegrasi. Stunting merupakan tantangan krusial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, karena penurunan stunting tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus menjadi gerakan bersama demi masa depan generasi Sulawesi Tengah.(*)
