Iklan Banggai Post
Opini

Mendefinisikan Kembali Pers di Banggai

Bukan untuk membuat semua orang memiliki pandangan yang sama. Justru sebaliknya, supaya perbedaan pandangan tidak membuat standar jurnalistik ikut berbeda.

Kode etik jangan hanya menjadi sesuatu yang kita ingat ketika ada masalah. Verifikasi jangan hanya dilakukan ketika berita itu menyangkut orang yang kita sukai. Hak jawab jangan hanya diberikan kepada pihak yang kita anggap penting.

Semua orang yang menjadi subjek pemberitaan berhak mendapatkan perlakuan yang layak.

Dan mungkin ada satu hal yang lebih penting lagi: kita perlu membangun kebiasaan saling mengingatkan tanpa merasa sedang diserang.

Seorang wartawan yang dikoreksi tidak selalu sedang dipermalukan. Bisa jadi ia sedang dibantu agar tidak mengulangi kesalahan. Begitu pula mengkritik karya jurnalistik orang lain tidak harus berakhir dengan permusuhan.

Kita terlalu mudah menganggap kritik sebagai serangan.

Padahal dalam profesi seperti jurnalistik, kritik seharusnya menjadi bagian dari cara kita menjaga mutu.

Kemerdekaan Indonesia yang kita rayakan setiap Agustus juga semestinya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang selesai sekali lalu tinggal diwariskan. Ia harus diisi. Setiap orang memiliki caranya sendiri.

Bagikan: