“Dari Banggai Laut Menuju Nasional: Bukti bahwa Bakat Tidak Pernah Dibatasi Geografi”


Catatan: Nadjamuddin Mointang*


Terpilihnya Juan Wijaya sebagai wakil terbaik Sulawesi Tengah dalam Talent Detection Nasional Futsal U-17 dengan status Invitation Pre Training Centre merupakan kabar membanggakan bagi masyarakat Banggai Laut secara umum. Prestasi ini bukan sekadar keberhasilan individu, tetapi simbol bahwa anak-anak daerah memiliki kualitas, daya saing, dan potensi besar untuk tampil di level nasional.

Di tengah keterbatasan sarana, akses pembinaan, dan minimnya fasilitas olahraga yang memadai, lahirnya talenta seperti Juan Wijaya membuktikan bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu menembus batas geografis. Ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa anak negeri dari wilayah kepulauan pun mampu bersaing secara profesional jika diberikan ruang dan kesempatan yang adil.

Lebih membanggakan lagi, proses seleksi disebut berlangsung secara objektif, murni berdasarkan bakat, kemampuan individu, dan skill pemain tanpa adanya titipan dari pihak mana pun. Hal ini penting diapresiasi karena menunjukkan bahwa prestasi sejati lahir dari kompetensi, bukan kedekatan.

Keberhasilan ini seharusnya menjadi alarm positif bagi pemerintah daerah. Pembinaan olahraga usia muda tidak boleh lagi dipandang sebagai program pelengkap, melainkan investasi strategis daerah. Sebab olahraga hari ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang pembangunan karakter, disiplin generasi muda, hingga penguatan identitas dan kebanggaan daerah di tingkat nasional.

Pemerintah daerah perlu menjadikan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola dan futsal usia muda, sebagai program prioritas. Mulai dari penyediaan fasilitas latihan yang layak, kompetisi berjenjang, dukungan anggaran pembinaan, hingga pencarian bakat secara berkelanjutan di desa-desa dan sekolah-sekolah.

Prestasi Juan Wijaya membuktikan bahwa Banggai Laut memiliki sumber daya manusia muda yang potensial. Tinggal bagaimana negara dan pemerintah hadir untuk memastikan bahwa bakat-bakat seperti ini tidak berhenti di tengah jalan karena keterbatasan dukungan.

Hari ini Juan Wijaya membawa nama Banggai Laut ke pentas nasional. Besok, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak putra daerah yang mengharumkan Sulawesi Tengah bahkan Indonesia, jika pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Karena sesungguhnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi — dan anak-anak negeri telah membuktikannya.*(Nadja88)

 

* Penulis adalah warga Banggai yang kini berkarir sebagai ASN di Kemenpan RB di Jakarta, juga aktif sebagai analis kebijakan