BANGGAIPOST LUKTIM – Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Luwuk Timur menjadi sorotan masyarakat. Aktivis lokal, Fikri Palawa, mempertanyakan sejauh mana kontribusi nyata program tersebut terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah itu.
Kepada Banggaipost, Fikri menilai keberadaan perusahaan belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui implementasi CSR.
“Sejauh ini CSR perusahaan di Luwuk Timur belum menunjukkan kontribusi nyata. Padahal CSR merupakan komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” ujarnya, Senin (27/4).
Ia menjelaskan, secara prinsip CSR mencakup tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni people, planet, dan profit. Implementasinya seharusnya menyentuh berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Di Kecamatan Luwuk Timur, tercatat sedikitnya enam perusahaan yang beroperasi, di antaranya PT SASL, LIJ, LGM, serta usaha galangan kapal, batu pica, dan briket. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan diketahui baru memulai aktivitasnya.
