Berita Utama

Produksi Amonia Tembus 737 Ribu Ton, Emisi Karbon PAU Capai 1,23 Juta Ton per Tahun


Pabrik PAU saat ini masih memproduksi grey ammonia, yakni amonia yang dihasilkan dari gas alam melalui proses Steam Methane Reforming (SMR) dan sintesis Haber-Bosch.


BANGGAIPOST, BATUI – Di tengah berbagai penghargaan lingkungan yang diraih perusahaan, operasional Banggai Ammonia Plant milik PT Panca Amara Utama (PAU) ternyata masih menghasilkan emisi karbon dalam jumlah sangat besar.

Dikutip dari Laporan Tahunan dan Sustainability Report PT ESSA Industries Indonesia Tbk tahun 2024–2025, pabrik amonia yang berlokasi di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai tersebut memproduksi lebih dari 700 ribu metrik ton amonia setiap tahun dengan bahan baku utama gas alam dari lapangan Senoro-Toili.

Pada tahun 2024, produksi amonia tercatat mencapai 737.502 metrik ton. Angka ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 739.220 metrik ton. Dengan kapasitas desain sekitar 650.000–700.000 metrik ton per tahun, tingkat utilisasi pabrik bahkan beberapa kali dilaporkan melampaui 100 persen.

Namun di balik tingginya produksi tersebut, terdapat konsekuensi lingkungan yang tidak kecil.

Masih Berstatus Grey Ammonia

Pabrik PAU saat ini masih memproduksi grey ammonia, yakni amonia yang dihasilkan dari gas alam melalui proses Steam Methane Reforming (SMR) dan sintesis Haber-Bosch.

Bagikan: