BANGGAIPOST.COM, SPORT – Paraguay kembali menghadapi ujian besar di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Setelah menyingkirkan Jerman secara dramatis lewat adu penalti, Albirroja kini harus berhadapan dengan salah satu kandidat kuat juara, Prancis.
Laga Paraguay versus Prancis akan digelar di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (4/7) pukul 17.00 waktu setempat atau Minggu (5/7) pukul 05.00 WITA. Selain kualitas kedua tim, cuaca panas ekstrem di Philadelphia diperkirakan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Paraguay datang ke turnamen ini setelah absen selama 16 tahun dari putaran final Piala Dunia. Sempat dibantai tuan rumah Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka, tim besutan Gustavo Alfaro mampu bangkit dengan permainan disiplin hingga menyingkirkan Jerman di babak sebelumnya.
Di sisi lain, Prancis melaju mulus sejak fase grup. Juara dunia 2018 itu menunjukkan kualitas skuad yang merata dengan kedalaman pemain di hampir setiap lini. Dipimpin kapten Kylian Mbappé, Les Bleus tetap menjadi favorit untuk melangkah ke perempat final.
Namun, pelatih Paraguay Gustavo Alfaro menegaskan timnya tidak gentar menghadapi lawan sekelas Prancis. “Francia es una tormenta eléctrica… Tenemos que encontrar la manera de evitar que nos caigan los rayos.” .(“Prancis adalah badai petir. Kami harus menemukan cara agar tidak tersambar petirnya.”). Pernyataan tersebut disampaikan Alfaro dalam konferensi pers resmi jelang pertandingan yang dikutip FIFA dan sejumlah media internasional.
Analogi “badai petir” menggambarkan betapa berbahayanya lini serang Prancis yang dihuni pemain-pemain cepat dan kreatif. Sebaliknya, pelatih Prancis Didier Deschamps menolak menganggap remeh Paraguay. Menurutnya, keberhasilan wakil Amerika Selatan itu mencapai babak 16 besar bukanlah sebuah kebetulan. “Apa yang dicapai Paraguay bukan kebetulan. Mereka adalah tim Amerika Selatan yang sangat kuat dalam duel. Anda tidak bisa mencapai babak 16 besar secara kebetulan,” komentar Deschamps dalam konferensi pers resmi FIFA sehari sebelum pertandingan.
Kapten Prancis Kylian Mbappé juga mengakui cuaca panas di Philadelphia menjadi perhatian seluruh pemain. “Saya bahkan sudah memikirkan ruang ganti dan pendingin udara karena cuacanya sangat panas. Tetapi kami datang ke sini untuk menang.”
Andalkan Pertahanan Berlapis
Secara taktik, Paraguay diperkirakan tetap menggunakan formasi 5-3-2 yang menjadi andalan Alfaro sepanjang turnamen. Blok pertahanan rendah (low block) akan menjadi strategi utama untuk mempersempit ruang gerak Mbappé dan rekan-rekannya. Paraguay diperkirakan mengandalkan serangan balik cepat melalui Miguel Almirón dan Julio Enciso.
Kiper Orlando Gill kembali menjadi tumpuan setelah tampil gemilang saat menghadapi Jerman.
Sementara itu, Prancis kemungkinan tetap memakai formasi 4-2-3-1. Absennya Aurélien Tchouaméni karena cedera membuat Manu Koné diperkirakan berduet dengan Adrien Rabiot di lini tengah. Di depan, Mbappé akan menjadi motor serangan bersama Ousmane Dembélé atau Michael Olise, serta Désiré Doué atau Bradley Barcola.
Duel paling menarik diperkirakan terjadi saat Mbappé mencoba membongkar rapatnya pertahanan lima bek Paraguay. Selain itu, pertarungan di sektor sayap dan duel fisik di lini tengah diyakini menjadi penentu hasil pertandingan.
Prancis Masih Favorit
Mayoritas analis dan rumah taruhan internasional masih menempatkan Prancis sebagai unggulan dengan peluang kemenangan sekitar 75 hingga 80 persen.
Meski demikian, Paraguay telah membuktikan mampu mengejutkan tim-tim besar. Jika kembali tampil disiplin serta efektif memanfaatkan serangan balik, bukan tidak mungkin Albirroja kembali menciptakan kejutan.(RBP)












