BANGGAIPOST.COM, PALU – Peta politik Sulawesi Tengah menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2030 kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini, spekulasi menguat setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan pertemuan antara Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Yang menarik perhatian publik bukan hanya pertemuan tersebut, tetapi juga momen ketika Hadianto dan Abcandra terlihat melakukan panggilan video (video call) dengan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas.
Video itu pun langsung memicu berbagai tafsir politik di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan dinamika terbaru setelah Hadianto Rasyid resmi mengundurkan diri dari Partai Hanura. Apalagi, Abcandra Muhammad Akbar Supratman maupun ayahnya, Supratman Andi Agtas, merupakan tokoh penting Partai Gerindra.
Pertemuan Elite Politik
Dalam video yang beredar, suasana pertemuan terlihat hangat dan penuh keakraban. Hadianto tampak berbincang santai dengan Abcandra sebelum keduanya melakukan panggilan video dengan Supratman Andi Agtas.
Meski isi percakapan dalam video call tersebut tidak diketahui publik, kemunculan tiga tokoh asal Sulawesi Tengah dalam satu komunikasi langsung dinilai memiliki makna politik tersendiri.
Terlebih, pertemuan itu terjadi di tengah berbagai spekulasi mengenai langkah politik Hadianto pasca mundur dari Hanura.
Sinyal ke Gerindra?
Sejumlah pengamat politik lokal dan warganet mulai membaca pertemuan tersebut sebagai kemungkinan semakin dekatnya Hadianto dengan Partai Gerindra.
Analisis itu muncul karena dua figur yang menemuinya merupakan representasi penting Gerindra di tingkat nasional. Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, Gerindra dinilai akan memperoleh tambahan kekuatan besar di Sulawesi Tengah dengan bergabungnya salah satu kepala daerah paling populer di provinsi ini.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Hadianto Rasyid maupun jajaran Gerindra yang mengonfirmasi adanya pembicaraan mengenai perpindahan partai.
Spekulasi itu kemudian berkembang lebih jauh. Sejumlah warganet mulai menghubungkan kemungkinan bergabungnya Hadianto ke Gerindra dengan skenario duet bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada Pilgub 2030.
Duet tersebut sebelumnya telah ramai diperbincangkan publik dan bahkan dijuluki sebagai “Dream Team” karena dinilai mampu memadukan kekuatan politik wilayah timur dan barat Sulawesi Tengah.
Jika Hadianto benar-benar berlabuh ke Gerindra, peluang terbentuknya poros Demokrat-Gerindra disebut semakin terbuka. Koalisi itu dinilai memiliki modal elektoral yang kuat, baik di tingkat provinsi maupun di Kota Palu. Namun demikian, semua itu masih berada pada tahap analisis dan spekulasi politik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan pertemuan maupun isi pembicaraan dalam video call antara Hadianto Rasyid, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Karena itu, pertemuan tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan politik ataupun sinyal resmi pembentukan koalisi menuju Pilgub Sulawesi Tengah 2030.
Meski demikian, di tengah semakin dekatnya agenda konsolidasi partai politik dan mulai menghangatnya pembicaraan mengenai kontestasi 2030, setiap pertemuan tokoh-tokoh elite Sulawesi Tengah hampir dipastikan akan terus menjadi bahan pembacaan politik publik.
Apakah video tersebut menjadi awal lahirnya poros baru menuju Pilgub Sulawesi Tengah 2030, atau sekadar silaturahmi antartokoh? Jawabannya masih menunggu perkembangan politik pada waktu yang akan datang.(RBP)












