Pemrov Sulteng Pastikan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Siap Layani Rute Internasional
BANGGAIPOST.COM, PALU – Penerbangan internasional langsung rute Palu–Guangzhou, China, dipastikan mulai beroperasi pada 10 Juli 2026. Rute tersebut akan menjadi penerbangan internasional perdana yang dilayani secara penuh melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Kepastian jadwal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Bahasa Mandarin Khusus Kawasan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada 25 Mei 2026.
Dikutip dari pemberitaan Sulteng Terkini, penerbangan tersebut akan dilayani maskapai China Southern Airlines menggunakan pesawat Airbus A321 dengan frekuensi awal satu kali dalam sepekan melalui skema charter yang nantinya berpotensi berkembang menjadi penerbangan reguler.
Rute Palu–Guangzhou memiliki jarak sekitar 2.799 kilometer dengan waktu tempuh diperkirakan antara 4,5 hingga 5 jam. Harga tiket diperkirakan berada pada kisaran Rp6 juta hingga Rp7 juta untuk sekali perjalanan, meski sejumlah operator perjalanan disebut menawarkan paket wisata dengan harga yang lebih kompetitif.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menyambut pembukaan jalur internasional tersebut.
“Pelatihan ini merupakan upaya peningkatan kualitas SDM bandara dalam menyambut penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou. Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak sehingga Bandara Mutiara SIS Al-Jufri kini siap menjadi bandara internasional,” ujarnya sebagaimana dikutip Sulteng Terkini.
Menurut Reny, pelayanan kepada penumpang internasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kemampuan petugas dalam berkomunikasi dan memberikan layanan sesuai standar internasional.
Sementara itu, The Opini melaporkan bahwa sebanyak 138 peserta dari berbagai instansi yang bertugas di kawasan bandara mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin yang berlangsung selama satu bulan. Jumlah tersebut bahkan melampaui kuota awal yang disiapkan penyelenggara.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetyo Hadi, sebagaimana dikutip The Opini, menyebut penguasaan Bahasa Mandarin menjadi kebutuhan strategis mengingat mayoritas penumpang internasional yang dilayani nantinya berasal dari China.
“Dengan komunikasi yang baik, pelayanan juga akan berjalan lebih baik. Kami berharap peserta nantinya mampu mencapai level advance sehingga siap mendukung operasional penerbangan internasional Palu–Guangzhou,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan runway Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sepanjang 2.500 meter telah memenuhi persyaratan untuk melayani operasional Airbus A321. Selain itu, fasilitas imigrasi, bea cukai, karantina, dan layanan pendukung internasional lainnya juga telah dipersiapkan.
Melalui unggahan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dikutip sejumlah media daerah, disebutkan bahwa pembukaan rute Palu–Guangzhou bukan hanya sekadar menambah jalur penerbangan, tetapi juga membuka peluang konektivitas ekonomi yang lebih luas bagi Sulawesi Tengah.
Pemerintah daerah menilai rute tersebut dapat mempercepat arus wisatawan mancanegara menuju berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Tengah, termasuk Kepulauan Togean dan Taman Nasional Lore Lindu.
Selain sektor pariwisata, jalur penerbangan langsung ke Guangzhou juga diharapkan memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, khususnya pada sektor hilirisasi industri yang berkembang pesat di Sulawesi Tengah.
Komoditas unggulan daerah seperti kakao, produk olahan kelapa, durian, dan rumput laut dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar China melalui akses logistik yang semakin singkat dan efisien.
Pembukaan rute Palu–Guangzhou sekaligus menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Tengah dalam memperluas konektivitas global serta mendorong pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.(Rdk)
Sumber: Diolah dari laporan Sulteng Terkini, The Opini, serta keterangan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.













