Aryanto: Menjaga Makanan Tetap Higienis dan Tidak Basi
BANGGAIPOST, BALUT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut, Aryanto A. Latta menekankan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengubah pola serta jam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan menyusul kasus dugaan keracunan pangan di Desa Lambako, Kecamatan Banggai, yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE).
Aryanto mengatakan, perubahan waktu distribusi makanan penting dilakukan untuk menjaga kualitas makanan tetap higienis dan layak konsumsi saat diterima masyarakat.
“Penyaluran MBG harus memperhatikan waktu distribusi agar makanan tetap higienis dan tidak basi saat dikonsumsi penerima manfaat,” ujar Aryanto.
Menurutnya, proses pengolahan hingga pendistribusian makanan wajib mengikuti standar kesehatan, terutama terkait kebersihan, suhu makanan, serta durasi pengantaran.
Ia juga meminta pihak SPPG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi makanan, mulai dari proses memasak, pengemasan hingga penyaluran ke desa-desa penerima manfaat.
Selain itu, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar makanan yang telah dibagikan segera dikonsumsi dan tidak disimpan terlalu lama guna menghindari risiko kontaminasi.
“Alhamdulillah semua pasien sudah sehat dan telah kembali ke rumah masing-masing,” tambah Aryanto.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG di Banggai Laut.
“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG,” lanjutnya.
Diketahui, hasil investigasi epidemiologi mencatat sebanyak 29 warga mengalami gejala keracunan pangan usai mengonsumsi MBG di Desa Lambako. Gejala yang dialami antara lain sakit perut, muntah, pusing, mual hingga diare.(Alin)












