Gas 3 Kg Langka dan Melonjak di Luwuk Utara, Warga Menjerit: “Bisa Tembus Rp100 Ribu”

BANGGAIPOST, LUWUK UTARA – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kian meresahkan warga di wilayah Luwuk Utara. Selain sulit didapat, harga gas subsidi tersebut juga dilaporkan melonjak tajam di tingkat kios. Seorang warga Kilongan, Luwuk Utara, mengungkapkan bahwa harga gas yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu per tabung, kini naik drastis menjadi Rp65 ribu hingga Rp75 ribu.

“Biasanya Rp50 ribu di kios, sekarang sudah Rp65 sampai Rp75. Itu pun susah didapat,” ujarnya. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi harga di pangkalan resmi. Namun sebelumnya, harga di pangkalan masih berada di kisaran Rp25 ribu per tabung.

“Kalau di pangkalan belum tahu pasti sekarang, sebelumnya masih Rp25 ribu. Tapi dengan kondisi langka seperti ini, belum jelas apakah ikut naik atau tidak,” tambahnya. Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, terutama penjual makanan.

Kenaikan harga gas memaksa mereka menaikkan harga jual demi menutup biaya produksi yang ikut melonjak. “Kalau gas sudah naik begini, kita tidak punya pilihan. Harga makanan pasti ikut naik. Misalnya nasi ayam dari Rp15 ribu bisa jadi Rp17 sampai Rp20 per porsi,” jelasnya. Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, harga gas subsidi bisa semakin tidak terkendali.

“Kalau tidak disikapi cepat, bisa-bisa gas 3 kg ini tembus Rp100 ribu per tabung,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti dugaan penyalahgunaan gas subsidi oleh pihak yang tidak berhak.

Menurutnya, gas 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil justru diduga digunakan oleh oknum pengusaha besar dan kalangan mampu. “Ini gas subsidi, harusnya untuk masyarakat kecil. Jangan sampai dipakai orang berduit. Pemerintah harus turun tangan, lakukan sidak,” pungkasnya. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga yang semakin menekan kehidupan masyarakat.(Alin).