BANGGAIPOST, LUKTIM – Kondisi ruas jalan poros yang menghubungkan Matanyo hingga Siuna, Kabupaten Banggai, semakin memprihatinkan. Kerusakan tidak lagi terjadi di titik-titik tertentu, melainkan hampir di sepanjang badan jalan dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius selama bertahun-tahun.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi jalan sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan pengendara. Sementara pada musim kemarau, debu tebal beterbangan hingga mengganggu kesehatan warga serta aktivitas sehari-hari.
Kerusakan jalan diduga semakin parah akibat tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut sawit yang rutin melintas di jalur tersebut.
Tokoh pemuda setempat, Syahril Ido, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap lambannya respons pemerintah daerah. Menurutnya, warga seolah dipaksa bertahan dengan kondisi jalan yang tidak layak, sementara risiko kecelakaan terus mengintai.
“Sudah bertahun-tahun seperti ini, tapi belum ada penanganan serius. Padahal ini akses utama masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, mulai dari mobilitas kerja hingga distribusi hasil pertanian yang menjadi terhambat.
Masyarakat pun mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dan permanen, bukan sekadar perbaikan sementara yang tidak bertahan lama. Warga juga menyatakan akan terus mengawal serta menunggu kepastian terkait rencana perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut. (Alin)












