Viral Pelayanan Puskesmas Simpong, Respons Instansi Tuai Sorotan

BANGGAIPOST, LUWUK – Polemik pelayanan di Puskesmas Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya muncul keluhan pasien yang viral di media sosial, kini respons pihak instansi juga ikut disorot warga.
Video yang beredar luas memperlihatkan keluhan pasien saat hendak mendapatkan pelayanan kesehatan. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat di berbagai platform media sosial.
Sejumlah warga menilai, kejadian itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pihak Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Namun, sebagian lainnya justru menyayangkan langkah instansi yang disebut-sebut menempuh jalur hukum atas kasus tersebut.
“Ini seharusnya jadi pelajaran agar pelayanan diperbaiki, bukan malah diperpanjang dengan laporan,” tulis salah satu warganet.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan sikap instansi yang dinilai kurang terbuka terhadap kritik. Mereka berharap polemik ini dapat menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan, bukan memperkeruh situasi.
Di sisi lain, dukungan terhadap pihak yang dilaporkan juga mulai bermunculan. Seorang pengacara menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum apabila dibutuhkan.
“Jika diperlukan, kami siap mendampingi dalam proses advokasi hukum,” ujarnya.
Pernyataan serupa turut disampaikan rekan seprofesinya yang siap memberikan bantuan hukum jika diminta.
Kasus ini pun masih menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap agar polemik tersebut dapat diselesaikan secara bijak, dengan mengedepankan perbaikan pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama.

Latar Belakang
Sebelumnya, seorang warga mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Simpong saat mengantar istrinya yang hendak melahirkan. Ia mengaku istrinya yang sudah mengalami pecah air ketuban dan merasakan kontraksi justru diminta pulang oleh petugas karena dinilai masih pembukaan satu.
Keluhan tersebut semakin kuat setelah pasien kembali datang dengan kondisi lebih parah, namun kembali diminta pulang. Pasien kemudian memilih berobat ke Puskesmas lain dan dinyatakan sudah pembukaan lima, hingga akhirnya melahirkan dengan selamat.
Menanggapi hal itu, pihak Puskesmas Simpong telah memberikan klarifikasi bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan terbuka terhadap kritik dari masyarakat.(Alin)