ADVERTISEMENT

‎Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banggai Hanya 3,78 Persen di 2025, Tertinggal dari Laju Provinsi Sulawesi Tengah ‎

BANGGAIPOST, LUWUK – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai tercatat sebesar 3,78 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini jauh di bawah pertumbuhan Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,47 persen, menempatkan Banggai di peringkat ke-12 dari 13 kabupaten/kota di Sulteng.

‎Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, perekonomian provinsi tumbuh 8,47 persen pada 2025 (y-on-y), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp415,48 triliun. Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional, melampaui rata-rata nasional sekitar 5,11 persen.

‎Sementara itu, Kabupaten Banggai hanya mampu mencatat pertumbuhan 3,78 persen, hanya sedikit di atas Kabupaten Buol yang berada di posisi terendah dengan 3,46 persen. Kesenjangan ini semakin terlihat jika dibandingkan dengan daerah-daerah berbasis industri nikel seperti Kabupaten Morowali Utara (19,97 persen) dan Kabupaten Morowali (10,81 persen).

‎Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2025 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh kuat (sekitar 14,12 persen menurut rincian BPS), diikuti pertambangan dan penggalian. Sektor-sektor ini menjadi motor utama lonjakan pertumbuhan di wilayah Morowali Raya.

‎Di Kabupaten Banggai, yang tidak memiliki basis industri pengolahan nikel skala besar, ekonomi masih bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, pertanian, dan perikanan. Sektor-sektor ini cenderung tumbuh lebih lambat dibandingkan sektor berbasis sumber daya mineral.

‎Meski demikian, beberapa sektor pendukung seperti jasa keuangan, listrik dan gas, serta informasi dan komunikasi menunjukkan tren positif di tingkat provinsi. Sebaliknya, sektor industri pengolahan secara keseluruhan sempat mengalami tekanan di beberapa periode, sementara sektor perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makan minum mengalami perlambatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

‎Pemerintah daerah dan sejumlah pihak menilai perlunya langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Rekomendasi yang muncul antara lain mendorong investasi di sektor industri pengolahan berbasis sumber daya lokal (seperti pengolahan kelapa, perikanan, dan hasil pertanian), memperkuat ekonomi kerakyatan melalui UMKM, serta meningkatkan infrastruktur konektivitas agar Kabupaten Banggai lebih menarik bagi investor.

‎Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk melakukan evaluasi mendalam dan merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata. (Alin)

.