BANGGAIPOST.COM,Luwuk – Krisis air bersih yang dialami warga Kelurahan Kilongan dan sejumlah desa di Kecamatan Luwuk Utara hingga kini belum juga menemukan solusi nyata. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan membuat masyarakat semakin resah.
Usai menggelar aksi protes di kantor unit Perumda Air Minum Luwuk utara pada Jumat 6 Februari 2026, sejumlah warga yang di dominasi kaum ibu berencana menggelar aksi kembali jika tuntutan mereka tak membuahkan solusi.
Pasalnya, terhitung sejak 8 Januari hingga 6 Februari 2026, pasokan air bersih dari pihak PDAM disebut tidak kunjung normal. Warga mengaku sudah sebulan lebih mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sudah satu bulan kami dibuat resah. Di mana tanggung jawab pihak PDAM? Alasan kebocoran pipa atau debit air menurun rasanya bukan alasan yang tepat jika dibiarkan berlarut-larut,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Warga menilai, waktu satu bulan merupakan periode yang cukup panjang untuk melakukan perbaikan serius. Namun kenyataannya, air masih sering tidak mengalir, bahkan hanya mengalir sesaat pada malam hari sebelum kembali mati.
“Kemarin pihak unit pelayanan air bersih Luwuk Utara sudah melakukan perbaikan, tapi nyatanya air belum juga normal. Kalau pun mengalir, itu hanya tengah malam dan tidak lama kemudian mati lagi,” keluhnya.
“Kami pastikan jika tidak ada titik terang, kami akan turun aksi lagi,” tambahnya menegaskan.
Warga berharap Direktur Utama PDAM segera mengambil langkah tegas dan memberikan solusi nyata atas krisis air yang berkepanjangan di wilayah Kilongan dan sekitarnya.
Terlebih, bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat.
“Kami berharap sebelum Ramadhan air sudah mengalir normal. Proyek dengan anggaran besar bisa dibiayai, tapi air bersih yang merupakan kebutuhan mendasar justru terabaikan,” tutup warga.(lin)












