Berita Utama

The Guardian of Tompotika: Jangan Biarkan Nenek Igo Berjuang Sendiri

Nenek Igo mungkin memilih menjalani kehidupan jauh dari pusat permukiman. Namun, perlindungan terhadap hutan yang ia sebut sebagai tanah leluhur tidak seharusnya menjadi tanggung jawabnya seorang diri.

Masyarakat membutuhkan informasi yang terbuka mengenai konsesi pertambangan, pemerintah perlu memastikan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan dan perlindungan hak warga, sedangkan perusahaan harus menjalankan kegiatan sesuai perizinan dan kewajiban yang berlaku.

Generasi muda pun memiliki peran dalam mendokumentasikan pengetahuan lokal, menjaga ingatan sejarah, dan memastikan persoalan lingkungan tidak tenggelam di tengah perubahan zaman.

Nenek Igo telah menjadi bagian dari kisah panjang hubungan manusia dengan hutan Tompotika. Kini, pertanyaan yang lebih besar tertuju kepada semua pihak: apakah komitmen menjaga hutan leluhur akan berhenti sebagai kisah seorang perempuan tua, atau tumbuh menjadi tanggung jawab bersama?Jangan biarkan Nenek Igo berjuang sendiri.(RBP)

 

Bagikan: